Public relations
merupakan metode komunikasi di mana di dalam kegiatannya terdapat suatu usaha
untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu badan/perusahaan dengan
publiknya. Untuk menjalin hubungan yang harmonis dibutuhkan strategi
komunikasi.
Strategi
komunikasi adalah paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning)
dan manajemen (management communication) untuk mencapai suatu tujuan. Strategi
komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus
dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda
sewaktu-waktu, bergantung pada situasi dan kondisi.
Strategi
komunikasi mempunyai fungsi ganda:
1.
Menyebarluaskan
pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara
sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.
2.
Menjembatani
“kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan
dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan
merusak nilai-nilai budaya.
Strategi
komunikasi yang baik harus memperhatikan asas-asas humas yaitu:
1.
Resmi/formal dan obyektif
Dalam strategi
komunikasi, personel di bidang humas harus menyadari bahwa suara yang
dikumandangkannya atau informasi yang disampaikannya pada masyarakat merupakan
suara atau informasi resmi dari organisasinya. Oleh karena itu, setiap
informasi yang disampaikannya merupakan informasi formal yang dapat dipercaya.
Informasi tersebut tidak boleh bertentangan dengan kondisi sebenarnya tentang
sesuatu yang diharapkan diketahui oleh masyarakat. Dengan kata lain informasi
tersebut harus bersifat obyektif.
2.
Mendorong partisipasi
Dalam strategi
komunikasi, informasi yang disampaikan oleh humas bertujuan untuk memperjelas
sesuatu agar dipahami dan mendorong untuk memberikan respons yang positif dan
mendukung.
3.
Memberikan gambaran kemantapan organisasi
Dalam strategi
komunikasi, informasi yang disampaikan oleh humas harus mampu menumbuhkan dan
mengembangkan keyakinan masyarakat bahwa sumbernya adalah organisasi yang mapan
dan berbobot, sehingga isinya pasti tidak menyesatkan.
4.
Informasi harus kontinu
Dalam strategi
komunikasi, humas sebuah organisasi harus berpegang pada asumsi bahwa informasi
yang disampaikannya, selalu saja masih ada orang yang belum mendengar atau
membacanya. Oleh karena itulah humas perlu menyampaikan inforamsi yang perlu
diketahui masyarakat luas secara berulang-ulang (kontinu). Dengan kata lain
informasi perlu disampaikan secara berkala dengan tenggang waktu tertentu.
5.
Opini masyarakat sebagai umpan balik
Dalam strategi
komunikasi, informasi yang disampaikan pada masyarakat, sering menimbulkan
respons berbeda dari yang diharapkan. Respons tersebut tidka boleh diabaikan,
karena sebagai umpan balik (feed back) kerap kali banyak gunanya untuk
melakukan perbaikan.
6.
Informasi tidak boleh bertentangan
Dalam strategi
komunikasi, humas dalam menyampaikan informasi harus berusaha agar tidak
terjadi pertentangan antara informasi yang satu dengan yang lain. Pertentangan
informasi dapat terjadi jika setiap unit/satuan kerja di lingkungan suatu
organisasi menyusun dan menyampaikan sendiri informasi masing-masing.
Itulah strategi
komunikasi yang baik dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan PR (public
relations).
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar