Minggu, 25 September 2016

Bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh humas untuk menjalin hubungan yang harmonis (dengan PR)?


Public relations merupakan metode komunikasi di mana di dalam kegiatannya terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu badan/perusahaan dengan publiknya. Untuk menjalin hubungan yang harmonis dibutuhkan strategi komunikasi.
Strategi komunikasi adalah paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (management communication) untuk mencapai suatu tujuan. Strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu, bergantung pada situasi dan kondisi.
Strategi komunikasi mempunyai fungsi ganda:
1.         Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.
2.         Menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Strategi komunikasi yang baik harus memperhatikan asas-asas humas yaitu:
1.         Resmi/formal dan obyektif
Dalam strategi komunikasi, personel di bidang humas harus menyadari bahwa suara yang dikumandangkannya atau informasi yang disampaikannya pada masyarakat merupakan suara atau informasi resmi dari organisasinya. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikannya merupakan informasi formal yang dapat dipercaya. Informasi tersebut tidak boleh bertentangan dengan kondisi sebenarnya tentang sesuatu yang diharapkan diketahui oleh masyarakat. Dengan kata lain informasi tersebut harus bersifat obyektif.
2.         Mendorong partisipasi
Dalam strategi komunikasi, informasi yang disampaikan oleh humas bertujuan untuk memperjelas sesuatu agar dipahami dan mendorong untuk memberikan respons yang positif dan mendukung.
3.         Memberikan gambaran kemantapan organisasi
Dalam strategi komunikasi, informasi yang disampaikan oleh humas harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan keyakinan masyarakat bahwa sumbernya adalah organisasi yang mapan dan berbobot, sehingga isinya pasti tidak menyesatkan.
4.         Informasi harus kontinu
Dalam strategi komunikasi, humas sebuah organisasi harus berpegang pada asumsi bahwa informasi yang disampaikannya, selalu saja masih ada orang yang belum mendengar atau membacanya. Oleh karena itulah humas perlu menyampaikan inforamsi yang perlu diketahui masyarakat luas secara berulang-ulang (kontinu). Dengan kata lain informasi perlu disampaikan secara berkala dengan tenggang waktu tertentu.
5.         Opini masyarakat sebagai umpan balik
Dalam strategi komunikasi, informasi yang disampaikan pada masyarakat, sering menimbulkan respons berbeda dari yang diharapkan. Respons tersebut tidka boleh diabaikan, karena sebagai umpan balik (feed back) kerap kali banyak gunanya untuk melakukan perbaikan.
6.         Informasi tidak boleh bertentangan
Dalam strategi komunikasi, humas dalam menyampaikan informasi harus berusaha agar tidak terjadi pertentangan antara informasi yang satu dengan yang lain. Pertentangan informasi dapat terjadi jika setiap unit/satuan kerja di lingkungan suatu organisasi menyusun dan menyampaikan sendiri informasi masing-masing.

Itulah strategi komunikasi yang baik dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan PR (public relations). 
Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar